Sabung Ayam Kalimantan dan Tradisi Suku Dayak

Sabung Ayam Kalimantan merupakan tradisi di dalam kehidupan orang Dayak Linoh di Kalimantan Barat. Dan merupakan salah satu cara masyarakat dayak untuk menyelesaikan masalah yang tidak mampu diselesaikan dengan hukum adat. Namun S128.asia menghadirkan sabung ayam online bagi pecinta adu ayam.

sabung ayam kalimantanAdat Sabung Ayam Kalimantan Barat

Masyarakat Dayak Linoh di Kalimantan Barat adalah salah satu rumpun suku Dayak yang memiliki pengetahuan khusus. Salah satunya adalah dalam hal menyelesaikan perkara yang rumit. Dalam tradisi orang Dayak Linoh, perkara rumit yang tidak dapat diselesaikan melalui adat. Akan diselesaikan melalui permainan sabung ayam kalimantan barat. Hingga saat ini, sisa-sisa tradisi ini masih dapat disaksikan dalam kehidupan orang Dayak Linoh .

Karena Sabung ayam dianggap lebih bijaksana, lebih sederhana, dan lebih bermartabat. Dibandingkan hukum adat lainnya, seperti hukum rendam atau hukuman letup. Hukum rendam yaitu kepala kedua orang yang berselisih dimasukkan ke dalam air. Siapa yang lebih tahan lama maka dia yang menang. Sedangkan hukum Letup yaitu mencelupkan tangan kedua orang yang berselisih ke dalam minyak mendidih. Tangan siapa yang lebih dulu meletup, maka orang tersebut diputuskan bersalah.

Menurut sejarah, tradisi sabung ayam di ilhami dari cerita Hayam Wuruk (bukan nama Raja Majapahit). Syahdan adalah seorang raja yang memiliki kebiasaan bermain sabung ayam. Terkadang raja menantang rakyatnya untuk adu kekuatan ayam. Bagi siapa yang kalah akan dipancung, sebaliknya bagi yang menang akan dijadikan menantu. Hingga akhirnya, ayam milik raja dapat dikalahkan oleh ayam milik seorang pemuda. Sesuai janjinya, sang pemenang diangkat sebagai menantu raja dan dianugerahi gelar Hayam Wuruk, yang artinya “Ayam Jago Muda”.

Konsep Sabung Ayam Kalimantan Dayak

Konsep atau Tujuan dari Sabung Ayam Khas Suku Dayak dimana Kedua pihak yang berselisih terlebih dahulu menyiapkan ayam jagonya. Persiapan yang dilakukan biasanya yaitu memanterai ayam, memasang pisau taji beracun di kaki ayam, dan memberi makan ayam dengan ramuan tertentu.

Semua persiapan dikerjakan dengan rahasia agar tidak diketahui oleh pihak lawan. Menurut orang Dayak Linoh, kuat atau tidaknya ayam dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya warna bulu, jam makan, dan bagaimana cara ayam tersebut mencari makan.

Jenis Sabung Ayam Kalimantan dalam Tradisi Orang Dayak Linoh

A. Ayam Jenis Biring

  • Biring sempidan. Ayam jenis ini gemar mencari makan antara jam 09.00-10.00 dan 15. 00.
  • Biring sengayan. Badannya lebih kecil daripada jenis sempidan, dan gemar mencari makan pada jam 09.00, 10.00, 13.00, dan 15.00.
  • Biring entrokop (bubut). Hampir serupa dengan sengayan. Waktu mencari makan antara jam 09.00, 11.00, 13.00, dan 15.00.
  • Biring sengkubang. Waktu mencari makan antara jam 08.00, 10.00, 15.00, dan 17.00.
  • Biring tasan. Sama dengan biring sengkubang.
  • Biring ketopong. Ayam ini gemar mencari makan pada jam 09.00, 11.00, 14.00, dan 16.00.
  • Biring teras. Sama dengan biring ketopong.
  • Biring gemirang. Ayam jenis ini gemar mencari makan pada jam 16.00 dan 17.00.
  • Biring semukan. Ayam jenis ini gemar mencari makan pada jam 11.00, 12.00, 13.00, dan 15.00.
  • Biring tedung. Ayam jenis ini gemar mencari makan pada jam 14.00 dan 15.00.
  • Biring bengkarung. Ia gemar mencari makan pada jam 10.00, 11.00, 13.00, dan 15.00.

B. Ayam Jenis Serapat

  • Serapat jelawat, mencari makan pada jam 11.00, 13.00, dan 17.00.
  • Serapat ensulit, mencari makan pada jam 15.00 dan 17.00.
  • Serapat kenjuar, mencari makan pada jam 09.00 dan 18.00.
  • Serapat adung, mencari makan pada jam 09.00, 10.00, 14.00, dan 15.00.
  • Serapat adung berandak, mencari makan pada jam 09.00, 10.00, 14.00, dan 16.00.
  • Serapat berumbun, sama dengan serapat adung berandak.
  • Serapat kapioh, sama dengan serapat berumbun.
  • Serapat belalai, mencari makan pada jam 09.00, 10.00, 13.00, dan 16.00.
  • Serapat tuntung menduk, mencari makan pada jam 09.00,11.00, 14.00, dan 15.00.
  • Serapat tengkuyung, mencari makan pada jam 14.00 dan 15.00.
  • Serapat sempulut, mencari makan pada jam 11.00 dan 14.00.
  • Serapat juara, mencari makan pada jam 13.00, 14.00, dan 17.00.
  • Serapat bulit ensulit, mencari makan pada jam 8.00 dan 10.00.
  • Serapat ensulang, mencari makan pada jam 13.00 dan 15.00.
  • Serapat benda pipit, mencari makan pada jam 13.00 dan 15.00.

C. Ayam Jenis Jelayan

  • Jelayan entukar, mencari makan pada jam 10.00, 11.00, 13.00, dan 15.00.
  • Jelayan manaling, mencari makan pada jam 11.00 dan 13.00.
  • Jelayan nibung, mencari makan pada jam 11.30 dan 12.00.
  • Jelayan pipit, mencari makan pada jam 12.00 dan 15.00.
  • Jelayan mudah, mencari makan pada jam 11.00 dan 14.00.
  • Jelayan matar muda, mencari makan pada jam 13.00 dan 15.00.
  • Jelayan matar tua, sama dengan jelayan matar muda.

D. Ayam Jenis Jalak

  • Jalak lelayang, mencari makan pada jam 09.00-13.00 dan 15.00.
  • Jalak tengadak, mencari makan pada jam 14.00-16.00.
  • Jalak kepiat, mencari makan pada jam 09.00, 10.00 dan 14.00-16.00.
  • Falak seturit, mencari makan pada jam 08.00, 09.00, dan 15.00.
  • Jalak bekuyat, mencari makan pada jam 14.00-16.00.
  • Jalak keratau, mencari makan pada jam 10.00-11.00 dan 13.00.
  • Jalak belalat, mencari makan pada jam 10.00-12.00, 13.00, dan 15.00.
  • Jalak tengkerasak, mencari makan pada jam 09.00, 10.00. dan 14.00-16.00.
  • Jalak bedelak, mencari makan pada jam 09.00-17.00.

E. Ayam Jenis Campuran Jalak atau Ijan (Jalok)

  • Ijan onsulai, mencari makan pada jam 08.00-10.00 dan 12.00-17.00.
  • Ijan entolak, mencari makan pada jam 13.00-16.00.
  • Ijan engkarik, mencari makan pada jam 09.00-11.00 dan 14.00-17.00.
  • Ijan kapiat, mencari dengan jenis ijan engkarik.

F. Ayam Jenis Bebari

  • Bebari lentapang, mencari makan pada jam 09.00-11.00 dan 14.00-16.00.
  • Bebari kesak, mencari makan pada jam 11.00, 12.00, dan 13.00-15.00.
  • Bebari panggang, mencari makan pada jam 11.00, 12.00, dan 13.00-15.00.
  • Bebari gegeranjang, mencari makan pada jam 11.00-15.00.

G. Ayam Jenis Bulit

  • Bulit kemundang, mencari makan pada jam 11.00 dan 12.00.
  • Bulit manual, mencari makan pada jam 08.00-10.00 dan 14.00-16.00.
  • Bulit membuas, mencari makan pada jam 13.00-14.00.
  • Bulit mentanggar, mencari makan pada jam 11.00-15.00.
  • Bulit juara, mencari makan pada jam 08.00, 09.00, 15.00, dan 16.00.
  • Bulit jejalak, mencari makan pada jam 14.00-17.00.
  • Bulit selakat, mencari makan pada jam 14.00-17.00.

H. Ayam Jenis Kelabu

  • Kelabu papan, mencari makan pada jam 14.00-15.00.
  • Kelabu jeruit, mencari makan pada jam 09.00-19.00.
  • Kelabu semah, mencari makan pada jam 14.00-16.00.
  • Kelabu gamang, mencari makan pada jam 11.00-14.00.
  • Kelabu empulut, mencari makan pada jam 11.00-12.00.
  • Kelabu sibuk, mencari makan pada jam 09.00-11.00 dan 13.00-15.00.
  • Kelabu pali, mencari makan pada jam 09.00-11.00 dan 13.00-15.00.
  • Kelabu empitu, mencari makan pada jam 08.00-11.00 dan 14.00-15.00.
  • Kelabu ensulang, mencari makan pada jam 10.00, 11.00, 14.00, dan 15.00.
  • Kelabu entabalang, mencari makan pada jam 15.00-17.00.

I. Ayam Jenis Bangkas

  • Bakas lantapang, mencari makan pada jam 09.00-10.00 dan 14.00-16.00.
  • Bangkas lelantik, mencari makan pada jam 13.00-17.00.
  • Bangkas barandak, mencari makan pada jam 09.00, 10.00, 14.00, dan 15.00.
  • Bangkas ensulang, mencari makan pada jam 09.00-12.00, dan 14.00-16.00.

K. Ayam Jenis Banda

  • Banda pipit, mencari makan pada jam 09.00, 10.00, dan 14.00-15.00.
  • Banda tusu, mencari makan pada jam 14.00-16.00.

L. Ayam Jenis Tutung

  • Tutung kapitu, mencari makan pada jam 13.00-16.00.
  • Tutung manday, mencari makan pada jam 13.00-16.00.
  • Tutung kembuyan, mencari makan pada jam 13.00-15.00.
  • Tutung gembunan, mencari makan pada jam 14.00-16.00.

Pengaruh Sosial Sabung Ayam Kalimantan Barat

Pengetahuan Suku Dayak Linoh tentang sabung ayam turut mempengaruhi kehidupan sosial mereka, antara lain sebagai berikut:

  1. Melestarikan tradisi leluhur.
    Pelaksanaan pengetahuan ini merupakan bentuk upaya pelestarian ajaran leluhur. Tradisi ini menjadi tanda penghormatan terhadap leluhur yang jeli memperhatikan kehidupan ayam jago dan burung.
  2. Memperkuat identitas sosial.
    Tradisi sabung ayam secara tidak langsung juga menjadi perekat identitas mereka dalam satu suku besar. Dalam pelaksanaan sabung ayam sebenarnya terjadi proses identifikasi diri dengan kebudayaan Dayak yang lebih besar. Tradisi ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh satu sub suku saja, melainkan seluruh suku Dayak secara keseluruhan.
  3. Memperkuat kepemimpinan adat.
    Sabung ayam yang ditetapkan oleh ketua adat untuk menyelesaikan perkara mencerminkan metode kepemimpinan yang unik dan hal tersebut berefek pada menguatnya kepemimpinan adat.

Begitulah Tradisi sabung ayam dalam kehidupan orang Dayak Linoh yang mencerminkan hukum adat yang fleksibel. Untuk mengganti suatu hukuman dengan cara yang lebih bijak. Realitas ini membuktikan bahwa hukum adat bukanlah sesuatu yang kaku seperti yang selama ini dipahami oleh banyak kalangan.